Di era dimana informasi begitu melimpah dan teknologi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, memiliki kemampuan untuk menavigasi dunia digital bukan lagi sekadar keahlian tambahan, melainkan sebuah keharusan. Kemampuan inilah yang kita kenal sebagai literasi digital.
Â
Apa Itu Literasi Digital?
Menurut definisi UNESCO dalam modul UNESCO Digital Literacy Framework literasi digital adalah kemampuan untuk mengakses, mengelola, memahami, mengintegrasikan, mengkomunikasikan, mengevaluasi, dan menciptakan informasi secara aman dan tepat melalui teknologi digital untuk pekerjaan yang layak, dan kewirausahaan. Ini mencakup kompetensi yang secara beragam disebut sebagai literasi komputer, literasi TIK, literasi informasi dan literasi media. Literasi digital lebih dari sekadar kemampuan untuk menggunakan komputer atau ponsel pintar. Literasi digital mencakup berbagai kemampuan, diantaranya:
a) Digital Skill
Digital skill merupakan kemampuan individu dalam mengetahui, memahami, dan menggunakan perangkat keras dan piranti lunak TIK serta sistem operasi digital dalam kehidupan sehari-hari.
b) Digital Culture
Digital culture merupakan kemampuan individu dalam membaca, menguraikan, membiasakan, memeriksa, dan membangun wawasan kebangsaan, nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari dan digitalisasi kebudayaan melalui pemanfaatan TIK.
c) Digital Ethic
Digital ethics merupakan kemampuan individu dalam menyadari, mencontohkan, menyesuaikan diri, merasionalkan, mempertimbangkan, dan mengembangkan tata kelola etika digital (netiquette) dalam kehidupan sehari-hari.
d) Digital Safety
Digital safety merupakan kemampuan user dalam mengenali, mempolakan, menerapkan, menganalisis, menimbang dan meningkatkan kesadaran perlindungan data pribadi dan keamanan digital dalam kehidupan sehari-hari.
Â
Literasi digital memungkinkan individu untuk berpartisipasi penuh dalam masyarakat digital, baik itu untuk tujuan pendidikan, pekerjaan, atau interaksi sosial. Tanpa literasi digital yang memadai, seseorang berisiko tertinggal dan bahkan menjadi korban kejahatan siber atau disinformasi.
Â
Mengapa Literasi Digital Penting?
a) Melawan Hoax dan Disinformasi
Internet adalah sumber informasi yang tak terbatas, namun tidak semua informasi itu akurat. Literasi digital membekali kita dengan kemampuan untuk berpikir kritis, memeriksa fakta, dan memverifikasi sumber, sehingga kita tidak mudah termakan berita palsu yang bisa memicu perpecahan.
b) Keamanan Siber
Literasi digital mengajarkan kita pentingnya menjaga keamanan pribadi di dunia maya, mulai dari membuat kata sandi yang kuat, mengenali upaya phishing, hingga melindungi data pribadi.
c) Kesempatan Ekonomi dan Karier
Di hampir semua sektor, pekerjaan modern membutuhkan keterampilan digital. Memiliki literasi digital membuka peluang lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan, berwirausaha secara daring, atau meningkatkan produktivitas dalam pekerjaan yang sudah ada.
d) Partisipasi Aktif di Masyarakat
Dengan literasi digital, setiap orang dapat menyuarakan pendapatnya, berpartisipasi dalam diskusi publik, atau bahkan mengorganisasi kegiatan sosial melalui platform daring. Ini mendorong masyarakat yang lebih demokratis dan inklusif.
Meningkatkan literasi digital adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah, lembaga pendidikan, dan individu harus berperan aktif. Berikut beberapa langkah yang dapat diambil:
a) Pendidikan Formal
Sekolah dan universitas harus mengintegrasikan literasi digital ke dalam kurikulum mereka, mengajarkan siswa tidak hanya cara menggunakan teknologi, tetapi juga berpikir kritis saat menggunakannya.
b) Program Pelatihan
Organisasi dan pemerintah dapat menyediakan pelatihan atau lokakarya bagi masyarakat umum tentang keamanan siber, etika digital, dan keterampilan digital dasar.
c) Kesadaran Diri
Setiap individu harus proaktif dalam mempelajari dan meningkatkan keterampilan digitalnya. Selalu periksa ulang informasi, waspadai tautan atau email yang mencurigakan, dan ajari anggota keluarga yang kurang familiar dengan teknologi.
Â
Literasi digital adalah kunci untuk menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang di era digital. Ini bukan hanya tentang menggunakan teknologi, tetapi tentang bagaimana kita menggunakannya dengan bijak, aman, dan bertanggung jawab demi membangun masa depan yang lebih baik.